Senin, 14 Desember 2009

22 desember pansus panggil boediono

JAKARTA, KOMPAS.com -
Setelah melakukan rapat
tertutup sekitar dua jam,
Selasa (15/12/2009), Pansus
Hak Angket Pengusutan Kasus
Bank Century DPR RI akhirnya
memutuskan akan memanggil
Wakil Presiden Boediono
Selasa (22/12/2009)
mendatang.
Boediono dipanggil dalam
kapasitasnya sebagai
Gubernur Bank Indonesia saat
November 2008. Bersama
dengan Boediono, pada
tanggal yang sama Pansus
juga akan memanggil Deputi
Gubernur Senior BI Miranda
Goeltom, serta enam Deputi
Gubernur lainnya, seperti Budi
Mulya, Hartadi, Siti Fadjriah
dan Mulyaman Hadad.
Menurut Wakil Ketua Pansus
Gayus Lumbuun, keenam
orang ini dipanggil sebagai
pengambil kebijakan Fasilitas
Pinjaman Jangka Pendek
(FPJP). Ketua Pansus Idrus
Marham enggan menyebutkan
nama Boediono ketika diminta
menegaskan perihal
pemanggilan ini.
Ketika terus didesak, Idrus
sama sekali tak mau
menyebutkan nama Boediono
dan bahkan melemparkan
kepada anggota Pansus lain
yang mau berbicara. "Tahulah,
siapa gubernurnya ketika itu,"
tuturnya.
Anggota Pansus dari PDI-P
Maruarar Sirait segera
menyambut kesempatan yang
dilemparkan Idrus. Maruarar
dengan tegas menyebutkan
nama Boediono yang akan
dipanggil Pansus. "Tanggal 22
kita sepakat bicara soal FPJP.
Tentu adalah kebijakan dari
BI. Bicara BI, waktu itu
regulasinya PBI atau Peraturan
BI dan siapa yg mengeluarkan,
tentunya waktu itu Gubernur
BI yaitu Pak Boediono,"
tegasnya.
KOMPAS.com Caroline
Damanik

Sabtu, 12 Desember 2009

Polri "Bantah" Manipulasi Jenazah Nasrudin Zulkarnaen

JAKARTA - Kesaksian ahli forensik RS Cipto Mangunkusumo dr Mun'im Idries dalam sidang kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen membuat polisi kelabakan. Korps baju cokelat itu langsung membantah pernyataan Mun'im yang menyebut jenazah direktur PT Putra Rajawali Banjaran tersebut telah dimanipulasi.

''Yang memiliki kewenangan bukan ahli forensik UI, tapi laboratorium forensik Mabes Polri. Itu bukan manipulasi,'' tegas Wakapolri Komjen Makbul Padmanegara di sela acara Revitalisasi Industri Pertahanan di Dephan, Jakarta, kemarin.

Menurut dia, forensik UI diminta menentukan penyebab kematian. Sementara itu, balistik dan diameter peluru diperiksa di forensik Mabes Polri. ''Jadi, yang menentukan ada bidang-bidang sendiri. Yang menentukan kaliber dan balistik itu Polri,'' ujar Makbul.

Saat bersaksi dalam sidang terdakwa Antasari Azhar Kamis (10/12), Mun'im mengungkapkan, mayat Nasrudin yang dia visum sudah tidak asli. Kondisi mayat sudah dimanipulasi dokter lain. Bahkan, Mun'im menyebut dirinya pernah dihubungi petugas Puslabfor Mabes Polri. Petugas itu meminta ucapannya tentang manipulasi mayat dihilangkan.

Di tempat terpisah, Kepala Departemen Balistik Metrologi Forensik Mabes Polri Kombes Pol Amri Kamil mempertanyakan alat yang digunakan Mun'im. Dia juga mempertanyakan pernyataan soal ditemukannya luka bekas tembak selebar 9 milimeter.

''Yang dikatakan dokter Mun'im itu, mungkin dia mengukur dengan jangka. Terkait dengan alat, yang menjadi pertanyaan adalah alat apa yang dipakai dokter Mun'im untuk mengukurnya,'' kata Amril saat dihubungi kemarin.

Menurut dia, Polri memiliki alat yang lengkap, supercanggih, dan presisi. ''Jadi, alat bukti yang ada pada kami tidak pernah bohong. Apa yang disita penyidik itu yang kami periksa dan hasilnya ya seperti itu,'' katanya.

Kemarin, Mun'im diundang Polda Metro Jaya untuk mengklarifikasi pernyataannya dalam sidang. Dia mengaku hanya menyebut ada manipulasi. Artinya, keaslian jenazah Nasrudin tidak terjaga. ''Saya tidak pernah menyebut ada rekayasa,'' tegasnya.

Pengertian manipulasi, menurut Mun'im, jenazah Nasrudin tidak langsung dia terima. Waktu ditembak, korban tidak langsung meninggal, kemudian dibawa ke rumah sakit. Di rumah sakit, dilakukan upaya pertolongan seperti sebagian rambutnya digunduli dan ada luka yang sudah dijahit. ''Itu yang saya maksud tidak terjaga keaslian barang buktinya. Itu maksud saya dalam konteks dimanipulasi, bukan dalam arti kasusnya,'' jelasnya. (rdl/ind/oki)

--
Makrus Ali

Kamis, 10 Desember 2009

Yuk Ikutan Cari Uang di Internet ...!

Cari uang di Internet, caranya ...? Klik kla banner diatas kemudian ikuti langkah- langkahnya, dan jangan berfikir negatif, sudah banyak bukti kalau mereka bisa menghasilkan uang di Internet

Ok, sampai jumpa di puncak kesuksesan !!


Regard,
Makrus Ali